Investor di Amerika Serikat telah melakukan penarikan dana besar-besaran dari exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dalam sepekan terakhir. Total dana yang ditarik mencapai USD 2,6 miliar atau sekitar Rp 43,4 triliun. Ini merupakan salah satu periode penarikan terbesar untuk kedua instrumen investasi tersebut.
Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa sejak 29 Oktober, dana yang ditarik dari ETF BTC mencapai USD 1,9 miliar, sementara dana yang ditarik dari ETF ETH mencapai USD 718,9 juta. Penarikan ini menambah tekanan pada kedua aset kripto tersebut dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Harga BTC turun di bawah USD 100.000 untuk pertama kalinya sejak Mei, dimana terakhir diperdagangkan sekitar USD 103.428. Namun, harga masih 18% lebih rendah dari rekor tertinggi bulan Oktober. Sedangkan ETH naik lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir mencapai level USD 3.439, meskipun masih 13% lebih rendah dalam sepekan.
Para investor mulai menjauhi aset berisiko seperti kripto sejak Oktober, disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap perang dagang AS-China dan shutdown pemerintahan AS yang berkepanjangan. Likuiditas pasar yang menurun dan kecilnya peluang The Federal Reserve untuk memangkas suku bunga juga memperburuk sentimen risiko.


