Operasi dengan bantuan robotik tidak hanya meningkatkan ketepatan pembedahan, tapi juga mengurangi nyeri pascaoperasi, mempercepat mobilisasi, serta menurunkan risiko operasi revisi di masa depan. Menurut dr. Franky, pasien dengan nyeri lutut akibat osteoartritis sering kehilangan kepercayaan diri untuk bergerak, namun dengan bantuan ROSA, para pasien dapat pulih dan mendapatkan kembali kualitas hidupnya. Tim ortopedi robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga terdiri dari dr. Daniel Petrus Marpaung, SpOT (K) dan dr. Karina Besinga, SpOT (K) yang menangani kasus sendi kompleks dengan pendekatan multidisiplin untuk hasil operasi yang konsisten dan minim komplikasi.
Pasien dapat mulai berjalan dengan bantuan hanya beberapa hari setelah operasi, dengan sebagian besar pasien mampu melakukan aktivitas ringan secara mandiri dalam waktu empat sampai enam minggu. Dr. Franky menekankan bahwa teknologi robotik memberikan keuntungan signifikan dalam stabilitas sendi dan kecepatan pemulihan fungsi lutut bila dibandingkan dengan teknik konvensional. Selain itu, operasi robotik juga dapat membantu dalam memulihkan kualitas hidup pasien dengan osteoartritis lutut.


