Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa ia tidak tertarik membahas kemungkinan pemecahan rekor bersama para pemainnya menjelang pertandingan terakhir melawan Albania. Bagi Tuchel, yang terpenting adalah menjaga motivasi dan semangat juang untuk tetap bersaing. Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 di Tirana akan menutup tahun pertama Tuchel sebagai pelatih Inggris, yang dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Albania di Wembley pada bulan Maret, sekaligus debutnya menggantikan Gareth Southgate.
Inggris datang ke Albania dengan rekor yang impresif: tujuh kemenangan dalam Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa kebobolan setelah memastikan tiket Piala Dunia bulan lalu. Meskipun pelatih Albania, Sylvinho, menganggap statistik tersebut “menjijikkan” karena keunggulannya. Dalam pertandingan ini, Inggris memiliki peluang untuk menjadi tim Eropa pertama yang memenangkan minimal enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia tanpa kebobolan. Namun, Tuchel memilih untuk tidak terlibat dalam pembicaraan rekor tersebut karena ia menganggapnya hanya sebagai gangguan.
Menurut Tuchel, yang lebih penting adalah fokus pada proses dan hal-hal yang dapat dipengaruhi untuk mencapai rekor tersebut. Ia juga mengapresiasi kualitas dan mentalitas para pemain yang siap tampil pada laga tersebut. Kompetisi internal masih tetap tinggi, dan rasa lapar untuk meraih kemenangan masih sangat kental. Tuchel meyakinkan bahwa hal-hal tersebutlah yang menjadi fokus utama dalam persiapan tim.


