Haiti berhasil membuat sejarah dengan berhasil lolos ke Piala Dunia musim panas mendatang, meskipun negara tersebut sedang dilanda krisis. Sebastien Migne, pelatih yang tidak pernah menginjakkan kaki di Haiti selama 18 bulan karena alasan keamanan, memimpin tim menuju keberhasilan tersebut.
Pertama kalinya sejak 1974, Haiti kembali ke putaran final Piala Dunia setelah mengalahkan Nicaragua 2-0 dalam laga kandang yang dimainkan jauh dari rumah. Keberhasilan ini menjadi cahaya terang bagi bangsa Haiti yang sedang menghadapi masa sulit.
Tim Haiti berhasil menjuarai grup yang berisi tim-tim kuat seperti Honduras dan Kosta Rika, meski kedua negara tersebut memiliki peringkat FIFA yang lebih baik. Di laga penutup, Haiti bermain imbang 0-0 melawan Kosta Rika dalam malam yang penuh drama, di mana para pemain dan staf hanya bisa menunggu hasil pertandingan dari layar ponsel.
Dikarenakan konflik yang berkepanjangan, Haiti tidak bisa bermain di negaranya sendiri. Mereka harus menjadikan Stadion Ergilio Hato di Curaçao sebagai rumah sementara, yang berjarak sekitar 800 kilometer dari Haiti. Meskipun demikian, perayaan kecil di stadion tersebut menjadi simbol dari mimpi besar yang akhirnya terwujud.


