Influenza, atau flu, terdiri dari beberapa jenis yang berbeda yaitu influenza A dan B. Meskipun keduanya dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman, ada perbedaan yang penting untuk diperhatikan. Influenza A sering kali menjadi penyebab epidemi dan saat ini kasusnya mulai meningkat di Amerika Serikat, terutama dengan paparan virus influenza A H3N2. Sementara itu, influenza B juga tetap menyebar dan penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaannya dalam rangka mencegah penularan.
Influenza A bisa menjangkiti manusia dan hewan, sementara influenza B hanya menular di antara manusia. Influenza A memiliki berbagai subtipe dengan hemaglutinin dan neuraminidase di permukaannya, yang terbagi menjadi 29 subtipe berbeda. Di sisi lain, influenza B tidak memiliki subtipe tetapi dibagi menjadi dua garis keturunan, yaitu B/Yamagata dan B/Victoria. Mutasi virus influenza B cenderung lebih lambat daripada influenza A dan tidak menyebabkan epidemi.
Dr. Thomas Russo, seorang profesor penyakit menular di University at Buffalo, New York, memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara kedua jenis influenza tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang influenza A dan B, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan flu.
Hindari menyebarkan virus dengan menjaga kebersihan, menghindari kerumunan, dan mengikuti langkah-langkah lain yang disarankan oleh otoritas kesehatan. Semakin banyak informasi yang diketahui tentang perbedaan antara influenza A dan B, semakin besar kemungkinan untuk dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit yang rentan menular ini.


