Bitcoin saat ini kembali masuk sorotan setelah mencetak bearish monthly crossover, yang merupakan sinyal potensial untuk pelemahan jangka panjang. Pada level sekitar USD 92.152, Bitcoin dikonfirmasi berada di bawah pola persilangan bearish di grafik bulanan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tren penurunan serupa dengan tahun 2022 dapat terulang.
Menurut analis Crypto Patel, struktur makro Bitcoin saat ini sangat mirip dengan pola sebelum penurunan besar pada 2022. Harga Bitcoin telah menyentuh zona pasokan bulanan dan membentuk wick pembalikan, menandakan bahwa momentum kenaikan mulai melemah.
Patel juga mencatat kesamaan sinyal dengan crossover MACD bulanan yang terjadi sebelumnya. Pada tahun 2022, sinyal serupa diikuti oleh penurunan 67–70% hingga membentuk titik terendah dalam rentang waktu 334 hari. Jika pola ini terulang, pasar mungkin akan mengalami periode koreksi yang lebih panjang hingga 2026.
Selain itu, adanya celah Fair Value Gap (FVG) di kisaran USD 30.000 masih terbuka, menambah kekhawatiran tentang potensi penurunan harga yang lebih lanjut.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca. Sebaiknya pelajari dan analisis sebelum melakukan transaksi jual beli kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.
