Gondongan dapat sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya sering kali mirip dengan penyakit ringan lainnya seperti flu atau demam biasa. Namun, pembengkakan tiba-tiba pada pipi atau rahang sebaiknya tidak diabaikan. Penting untuk mengetahui cara mendiagnosis gondongan dan kapan waktu yang tepat untuk periksa ke dokter guna menghindari risiko komplikasi. Dengan informasi yang tepat, baik orang tua maupun orang dewasa dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan keluarga. Dokter biasanya akan mulai dengan wawancara untuk mengumpulkan informasi tentang gejala, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk menilai pembengkakan pada pipi atau leher, serta kondisi tenggorokan dan amandel pasien.
Untuk memastikan diagnosa, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti tes urine untuk mengetahui apakah infeksi telah menyebar ke sistem kemih, swab buccal pada bagian dalam pipi untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab gondongan, dan tes darah untuk mendeteksi keberadaan virus dalam aliran darah. Meskipun gondongan seringkali bisa sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, pembengkakan parah pada pipi atau rahang, telinga berdenging, penurunan kesadaran, kejang-kejang, nyeri perut bawah, sakit kepala intens, disertai mual dan muntah berulang.
Dengan mengetahui cara mendiagnosis gondongan dan tanda-tanda yang memerlukan periksa ke dokter, dapat membantu mempercepat pemulihan dan meminimalkan risiko komplikasi serius yang dapat membahayakan kesehatan. Jadi, penting untuk selalu waspada terhadap gejala yang muncul.


