HomeBeritaInvestasi Senyap: Kunci Produktivitas dan Daya Saing Indonesia

Investasi Senyap: Kunci Produktivitas dan Daya Saing Indonesia

Indonesia memiliki tantangan besar dalam menarik investasi dan memastikan investasi tersebut memberikan nilai tambah optimal melalui peningkatan produktivitas pekerja. Jakarta, pemerintah Indonesia fokus pada investasi fisik, hilirisasi, dan pembangunan infrastruktur sebagai faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Produktivitas pekerja dianggap sebagai “investasi senyap” yang menjadi dasar pertumbuhan jangka panjang dan daya saing negara. Peningkatan produktivitas sangat penting karena tanpa hal tersebut, tambahan investasi hanya akan memperkuat skala ekonomi tanpa meningkatkan nilai tambah per pekerja, sehingga industri nasional sulit bersaing secara berkelanjutan.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2025 mencapai 153,05 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,76 persen, menunjukkan stabilitas pasar tenaga kerja dari sisi kuantitas. Namun, kualitas pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja masih perlu ditingkatkan secara menyeluruh. Mayoritas tenaga kerja Indonesia masih bekerja di sektor informal, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan, teknologi, dan perlindungan kerja.

Sektor informal cenderung memiliki produktivitas yang lebih rendah dibandingkan sektor formal karena keterbatasan dalam adopsi teknologi, manajemen usaha, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Upaya untuk meningkatkan produktivitas pekerja menjadi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri nasional. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, telah menyampaikan bahwa proporsi pekerja formal masih rendah, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan serta produktivitas tenaga kerja secara menyeluruh.

Source link

ARTIKEL TERKAIT

paling populer