Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2025 sukses ditutup dengan partisipasi lebih dari 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri, menegaskan peran Indonesia sebagai pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara. Dengan tema “Indonesia 4.0: AI, Blockchain, and Tokenized Solutions for Inclusive Growth”, acara ini menghadirkan 75+ pembicara, 15 side events, dan diikuti oleh peserta dari 25+ negara dengan dukungan 250+ sponsor dan mitra. Kolaborasi empat co-host, yaitu D3 Labs, Tokocrypto, Saison Capital, dan Arktivak, turut menyelenggarakan IDBW 2025 dengan tujuan mendorong adopsi blockchain dan Web3 di Indonesia dan kawasan regional.
Pencapaian ini dipandang sebagai cermin dari kematangan ekosistem blockchain Indonesia. Chairman IDBW 2025, Aditya Raflein, menyatakan bahwa hadirnya lebih dari 10.000 peserta menunjukkan semakin matangnya ekosistem blockchain Indonesia, yang solid dan kolaboratif. Konferensi ini tidak hanya menjadi wadah pertemuan, tetapi juga gerakan yang mempersatukan energi, tujuan, dan keyakinan yang sama.
Dalam hal teknologi dan pengembangan ekosistem, IDBW 2025 dianggap sebagai penghubung antara inovasi dan kebutuhan ekonomi nyata. Lai Chung Ying, Co-Founder & Co-CEO D3 Labs, menekankan peran IDBW dalam mempertemukan Web3 dengan ekonomi riil. Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, juga menyoroti pentingnya teknologi blockchain dan AI dalam menciptakan solusi nyata di luar perkembangan perdagangan aset digital. Melalui IDBW, mereka menegaskan bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai bidang, mulai dari sistem pembayaran hingga efisiensi bisnis.


