Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang Ternate, Maluku Utara, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyatakan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh deformasi batuan di Lempeng Laut Maluku. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini bergerak naik (thrust fault) berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa bumi ini dirasakan di beberapa daerah seperti Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, dan Tomohon dengan skala intensitas III MMI. Di Ternate, gempa dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI. Meskipun gempa tidak berpotensi tsunami, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu kali gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan M3,0. Gempa tektonik tersebut terjadi di wilayah Ternate pada Minggu malam dan memiliki magnitudo 5,6. Episenter gempa berada di laut sekitar 132 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara, pada kedalaman 30 kilometer. BMKG juga menyatakan bahwa gempa 5,2 di Pohuwato tidak berpotensi tsunami. Kesimpulannya, gempa ini disebabkan oleh deformasi batuan di Lempeng Laut Maluku dan tidak menimbulkan ancaman tsunami.


