Perkembangan teknologi kesehatan telah membuat prosedur operasi semakin canggih, dengan alat-alat modern yang memungkinkan luka operasi menjadi lebih kecil. Dulu, operasi usus biasanya memerlukan sayatan luka sepanjang 20 hingga 30 cm, namun kini, prosedur yang sama dapat dilakukan hanya dengan luka sekecil 8 mm atau kurang dari 1 cm.
Dokter spesialis bedah digestif, Handy Wing dari RS EMC Alam Sutera menjelaskan bahwa dengan penggunaan robot, ukuran sayatan hanya sebesar 8 mm. Hal ini berbeda jauh dengan operasi konvensional yang memerlukan bukaan luka rata-rata 20-30 cm. Begitu juga dengan operasi di sekitar saluran kemih, yang biasanya membutuhkan sayatan 10 hingga 20 cm sebelum teknologi robotik diterapkan.
Da Vinci Xi, yang merupakan generasi keempat dari robot bedah canggih asal Amerika Serikat, dilengkapi dengan kamera yang dapat mengambil gambar dalam tubuh dengan resolusi tinggi. Dengan kemampuan zoom 10 kali, dokter dapat melihat kondisi pasien dengan jelas. Gambar yang dihasilkan pun berupa tiga dimensi (3D), memberikan pandangan yang lebih detail bagi dokter selama prosedur operasi.
Teknologi ini membawa kemajuan signifikan dalam dunia medis, memungkinkan operasi minimal invasif dengan luka operasi hanya sebesar 8 mm. Inovasi ini memberikan manfaat besar bagi pasien, dengan proses pemulihan yang lebih cepat dan risiko komplikasi yang lebih rendah.


