Pada kehadiran Pondok Rangkul di Kebun Hapesong, Batangtoru, Sumatera Utara, Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo bertujuan membantu memulihkan trauma bagi masyarakat terdampak banjir. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menyadari bahwa bantuan fisik saja tidak cukup dalam mengatasi bencana. Oleh karena itu, pendekatan psikososial dianggap penting untuk pemulihan mental dan emosional masyarakat.
Pondok Rangkul dirancang sebagai ruang aman untuk bertumbuh bersama dan saling menguatkan, bukan hanya sebagai program sesaat. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Pulih, Pondok Rangkul menjadi tempat ramah bagi warga untuk memulihkan diri secara perlahan. Program yang dijalankan mencakup psychological first aid (PFA), pemulihan trauma anak, pendampingan ibu dan keluarga, ruang bermain edukatif, hingga sesi pemulihan berbasis komunitas, yang direncanakan berlangsung selama enam bulan.
Dalam upaya pemulihan, penting bagi korban bencana untuk merasa didengar, belajar kembali rasa aman, dan membangun ketahanan psikologis. Melalui Pondok Rangkul, diharapkan warga dapat melewati masa sulit dengan dukungan yang memadai. Peresmian Pondok Rangkul diiringi dengan peringatan Hari Ibu, di mana lebih dari 200 anak hadir dalam kegiatan tersebut untuk menumbuhkan rasa aman dan kebahagiaan.
Dukungan dari berbagai pihak, baik dari perusahaan maupun lembaga profesional, menjadi kunci keberhasilan pemulihan pascabencana. Melalui sinergi ini, diharapkan bahwa pemulihan tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar, termasuk kesehatan mental dan sosial masyarakat. Kepala Desa Lobu Uhom menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pondok Rangkul yang memberikan dampak positif bagi warga setempat.
Maka, hadirnya Pondok Rangkul di Batangtoru diharapkan menjadi titik awal bagi bangkitnya kembali kehidupan warga setempat. Pondok Rangkul menjadi simbol bahwa dalam menghadapi masa sulit, tidak ada yang harus melaluinya sendirian. Dari situlah proses pemulihan diharapkan dapat tumbuh dan berlanjut, membantu memulihkan trauma masyarakat terdampak bencana dengan lebih baik.


