Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (huntara) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka menerapkan pola kerja 18 jam per hari untuk memastikan warga segera dapat menempati hunian yang layak selama proses pemulihan berlangsung. Konstruksi rumah huntara melibatkan Satgas TNI-Polri, BNPB, dan pemerintah daerah dengan tugas yang terkoordinasi.
BNPB melaporkan bahwa di Sumatera Utara, pembangunan rumah huntara sudah berjalan di beberapa wilayah, termasuk Tapanuli Utara yang telah menyelesaikan satu unit huntara dengan konsep satu rumah satu keluarga. Sementara itu, di Sumatera Barat, progres pembangunan rumah huntara berjalan paling cepat dibandingkan dua provinsi lainnya.
Di Provinsi Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak banjir bandang dan tanah longsor, enam kabupaten telah menetapkan lokasi huntara. Sedangkan dua kabupaten lainnya, yakni Aceh Timur dan Nagan Raya, dalam proses identifikasi lahan untuk rumah huntara. Semoga dengan kerja sama tim petugas gabungan di lapangan, pembangunan rumah huntara dapat diselesaikan sesuai target minimal awal tahun 2026 agar kehidupan masyarakat yang terdampak bisa kembali stabil.


