HomeBeritaRais Aam-Ketum PBNU Sepakat Islah dan BLT Pengungsi Sumatra

Rais Aam-Ketum PBNU Sepakat Islah dan BLT Pengungsi Sumatra

Berita terkini dari Kamis (25/12) menampilkan sejumlah peristiwa menarik yang patut untuk diikuti, mulai dari kesepakatan islah antara Rais Aam dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga pembahasan pemberian BLT kepada pengungsi Sumatera dengan nilai minimal Rp8 juta per keluarga.

Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyepakati islah setelah melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertemuan tersebut berhasil meredakan ketegangan yang berlangsung selama beberapa waktu dan sebagai langkah bersama, mereka akan menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bersama-sama.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyoroti perlunya kajian mendalam terkait rencana pembongkaran jembatan kereta api Warisan Budaya Dunia milik UNESCO di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga keberlangsungan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto.

Selain itu, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, membahas pemberian BLT kepada pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan nilai minimal Rp8 juta per keluarga serta bantuan tambahan berupa beras dan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Di lain kesempatan, banjir bandang kembali menerjang Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat akibat meluapnya Sungai Batang Aia Pisang setelah curah hujan tinggi. Sementara itu, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menghentikan rekayasa lalu lintas contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek setelah terjadi kepadatan arus lalu lintas di ruas tersebut pada Kamis sore. Tindakan tersebut diambil setelah kondisi lalu lintas kembali normal.

Dari semua peristiwa tersebut, terlihat bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di sekitar mereka. Semoga dengan kerjasama dan langkah-langkah yang diambil, kondisi di berbagai daerah dapat segera pulih kembali.

Source link

ARTIKEL TERKAIT

paling populer