Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pentingnya membangun konsep terintegrasi terkait distribusi film. Setelah film ditayangkan di pusat atau provinsi, penayangannya perlu diperluas ke daerah di bawahnya. Hal ini memerlukan kajian lebih lanjut bersama Direktorat Film, Musik, dan Seni untuk memastikan konsep tersebut terlaksana dengan baik. Pengembangan layar di tingkat kecamatan dianggap menarik karena bioskop saat ini masih terpusat di kabupaten dan kota.
Pihak Persatuan Film Keliling Indonesia (PERFIKI) juga membahas tentang inisiatif Bioskop Rakyat (BIOSRA) yang direncanakan hadir di setiap kecamatan dengan harga tiket terjangkau sekitar Rp10.000. BIOSRA bukan hanya layar tancap, tapi merupakan bioskop permanen yang akan menayangkan film-film terbaru. Tujuannya adalah untuk menyediakan hiburan yang adil bagi masyarakat sekaligus mendukung ekonomi di tingkat kecamatan.
PERFIKI berencana membangun pilot project BIOSRA di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Purwakarta. BIOSRA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemutaran film, tapi juga sebagai ajang untuk pengembangan talenta perfilman lokal melalui audisi film daerah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi terhadap gagasan BIOSRA dan mengatakan semakin banyak layar dan bioskop, semakin baik dukungannya.
Diskusi ini juga membahas potensi pemanfaatan ruang dan aset daerah untuk mendukung penyelenggaraan BIOSRA, termasuk optimalisasi aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku film lokal dan menjadikan kecamatan sebagai pusat sirkulasi ekonomi menuju kota. Semua upaya ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat perfilman di daerah.


