Menurut Dokter spesialis penyakit dalam, Andrea Hulse, keputusan untuk berolahraga saat sakit sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan individu masing-masing. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Pertama, disarankan untuk menghindari gym atau fasilitas umum untuk mencegah penularan virus kepada orang lain. Kedua, penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi karena olahraga saat sakit dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang bisa memperlambat proses penyembuhan. Selain itu, disarankan untuk menurunkan intensitas olahraga, misalnya dengan mengganti lari lima kilometer dengan jalan cepat selama 20-30 menit. Jika batuk disertai lendir, sebaiknya beristirahat karena hal ini bisa menjadi tanda infeksi. Di akhir tulisan, perlu diingat bahwa konsistensi memang penting dalam berolahraga, namun mendengarkan tubuh dan mengistirahatkan diri ketika tubuh memberi sinyal untuk berhenti juga sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.


