Jepang dan Korea Selatan merupakan negara yang menunjukkan pergeseran yang signifikan dalam dunia fintech. Di bulan Oktober, perusahaan fintech Jepang JPYC meluncurkan stablecoin berbasis yen pertama yang diakuisisi secara legal di Jepang. Selain itu, tiga bank besar Jepang, yaitu MUFG, SMBC, dan Mizuho, juga mulai menguji coba stablecoin dan tokenisasi deposito untuk layanan pembayaran, penyelesaian antar bank, dan layanan keuangan institusional. Badan Layanan Keuangan secara resmi mendukung proyek percontohan stablecoin yang melibatkan ketiga bank tersebut pada bulan Desember. Para konglomerat keuangan terus bergerak untuk memperkuat posisi mereka dalam sektor fintech ini, seperti SBI Holdings yang berencana bekerja sama dengan perusahaan blockchain Startale dalam izin dan infrastruktur stablecoin. Peneliti Senior HashKey Group, Tim Sun, menyatakan bahwa Jepang telah mencari cara untuk menjaga relevansi yen secara global dengan adanya stablecoin yen yang dapat membantu memperkuat peran mata uang tersebut dalam ekonomi digital, terutama dalam pembayaran dan penyelesaian lintas batas.


