Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, berkomitmen untuk memulihkan kembali objek wisata Air Panas Terujak setelah mengalami bencana, karena memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata alam dan kesehatan di daerah tersebut. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Timur, Syahril, mengakui bahwa upaya pemulihan memerlukan perencanaan matang, termasuk dalam mitigasi bencana, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Objek wisata pemandian air panas di Gampong Terujak, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang pada akhir November 2025, sehingga kawasan tersebut tidak dapat dimanfaatkan sementara waktu oleh masyarakat maupun wisatawan.
Air Panas Terujak merupakan sumber air panas alami yang berasal dari lereng bukit dan kawasan hutan. Air panas ini mengandung mineral tertentu yang diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan seperti meredakan pegal-pegal dan penyakit kulit. Oleh karena itu, pemandian Air Panas Terujak menjadi destinasi wisata favorit, terutama bagi warga lokal dan wisatawan dari daerah sekitarnya. Namun, akibat banjir bandang berserta longsor yang terjadi pada akhir November 2024, kondisi kawasan wisata tersebut mengalami perubahan yang drastis.
Banjir tersebut juga membawa dampak pada akses menuju lokasi wisata yang menjadi sulit dilalui. Hal ini menyebabkan seluruh aktivitas wisata di area tersebut terhenti total hingga proses pembersihan dan pemulihan pasca-bencana dapat dilakukan. Saat ini, kawasan wisata tersebut belum dapat dioperasikan kembali karena masih dalam proses pendataan tingkat kerusakan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya. Dengan adanya komitmen dari pemerintah setempat, diharapkan objek wisata Air Panas Terujak dapat segera pulih dan kembali menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung.


