Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti pentingnya pemerataan akses dana riset nasional sebesar Rp12 triliun agar tidak hanya dinikmati oleh perguruan tinggi besar atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Menurut Fikri, proporsi perhatian harus diberikan secara adil kepada perguruan tinggi swasta karena jumlahnya yang lebih banyak turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa adanya dikotomi atau diskriminasi antara perguruan tinggi negeri dan swasta, terutama di bidang riset, Fikri menggarisbawahi kekhawatirannya terhadap skema Competitive Fund yang memberatkan periset dari kampus kecil.
Fikri mendorong pemerintah untuk menyesuaikan standar riset dengan norma internasional, namun tetap menjaga prinsip inklusif. Hal ini penting agar peneliti dari berbagai latar belakang institusi memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Menurut Fikri, hal tersebut krusial untuk mencegah ketimpangan kualitas pendidikan dan inovasi antarwilayah di Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa alokasi perhatian dan anggaran riset seharusnya dipertimbangkan berdasarkan ukuran perguruan tinggi dari jumlah mahasiswa atau student body. Fikri berharap dengan kenaikan anggaran dana riset nasional menjadi momentum untuk menghapus diskriminasi antara status negeri dan swasta dalam dunia akademik. DPR RI akan melakukan pengawasan ketat melalui rapat kerja dengan kementerian terkait untuk memastikan distribusi anggaran tersebut transparan.
Pemerintah sebelumnya menaikkan anggaran riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Fikri menilai langkah tersebut merupakan strategis untuk mengubah arah pembangunan nasional agar lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan. Dia menegaskan bahwa negara maju selalu menjadikan riset sebagai landasan utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan. Selain itu, Fikri juga menyoroti pentingnya dunia pendidikan tinggi untuk lebih mengutamakan riset daripada pengajaran.
Dengan tambahan anggaran riset, diharapkan akan memicu gairah meneliti di seluruh pelosok tanah air, bukan hanya di kalangan elit akademisi ibu kota. Fikri berharap dana riset yang tersedia benar-benar bermanfaat bagi perkembangan pendidikan dan inovasi di Indonesia.


