Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan rencana penambahan jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Gizi Nasional (BGN) hingga mencapai 99.000 orang pada tahun 2026. Proses rekrutmen dan tes untuk tahap pertama telah dilakukan kepada 2.080 orang yang telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 1 Juli 2025. Selanjutnya, tahap kedua seleksi PPPK akan dilakukan terhadap 32.000 formasi, dengan 31.250 formasi untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 750 formasi untuk akuntan dan tenaga gizi.
Saat ini, calon PPPK masih dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK. Pengangkatan PPPK direncanakan akan dimulai pada 1 Februari 2026. Sementara itu, PPPK tahap 3 dan 4 direncanakan akan memiliki masing-masing 32.460 formasi. Di sisi lain, Kantor Pusat BGN saat ini telah memiliki 615 tenaga kerja dan akan membangun kantor regional setara eselon 2 di 38 provinsi.
Di tingkat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah, terdapat 40 tenaga kerja yang terdiri dari 20 Kepala KPPG dan 20 Kepala Subbag Tata Usaha KPPG. Rencana penambahan KPPG sebanyak 338 untuk total 358 KPPG. Jumlah SDM di SPPG mencapai 73.207 orang, sedangkan relawan SPPG mencapai 825.936 orang dengan berbagai peran seperti kepala juru masak, juru masak, pemorsian, persiapan, pencuci ompreng, pengemudi, kepala lapangan, keamanan, dan kebersihan.

