HomeBeritaPeneliti: Padat Karya Tunai - Solusi Pemulihan Pascabencana

Peneliti: Padat Karya Tunai – Solusi Pemulihan Pascabencana

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Beni Teguh Gunawan, mengungkapkan bahwa skema padat karya tunai dapat menjadi solusi pemulihan ekonomi pasca banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, bantuan berupa padat karya tunai (cash for work) dapat memberikan pendapatan yang cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak bencana alam. Pendekatan ini dianggap efektif karena dapat membangun martabat bagi penerima bantuan, meningkatkan konsumsi, serta merehabilitasi aset publik yang rusak akibat bencana.

Beni Teguh Gunawan juga menekankan pentingnya menghindari ketergantungan terhadap bantuan langsung tanpa padat karya, dan memperkenalkan model hybrid yang mendorong keterampilan dan etos kerja masyarakat. Strategi ini diharapkan dapat menjaga konsumsi di wilayah terdampak banjir Sumatera, di mana diperkirakan setiap individu membutuhkan sekitar Rp1,3 juta per bulan untuk kebutuhan makanan dan minuman.

Untuk menerapkan padat karya tunai, Beni Teguh Gunawan merekomendasikan pemberian bantuan sebesar 80 persen dari upah minimum provinsi atau kabupaten/kota, dengan durasi maksimal 20 hari kerja dan delapan jam kerja per hari. Contohnya, pekerja pertanian dapat dilibatkan dalam perbaikan saluran irigasi dan kebun, sedangkan pekerja buruh dapat membantu memperbaiki rumah warga dan fasilitas umum. Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana alam di beberapa wilayah Sumatera.

Dengan mempertimbangkan kajian yang telah dilakukan, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk melaksanakan skema padat karya tunai ini. Semua upaya ini dilakukan untuk memberikan solusi yang tepat dan efektif dalam mengatasi dampak bencana alam serta memperkuat perekonomian masyarakat yang terdampak.

Source link

ARTIKEL TERKAIT

paling populer