Harga Solana (SOL) tetap rawan untuk mengalami pelemahan meskipun terjadi arus masuk dana institusional yang cukup signifikan. Aset kripto tersebut berpotensi untuk turun hingga mencapai level USD 100, hal ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih terbilang negatif. Meskipun Solana menerima arus masuk dana institusional sebesar USD 17 juta, namun kondisi pasar kripto secara keseluruhan tidak mendukung penguatan harga. Hingga tanggal 26 Januari 2026, harga Solana tercatat bergerak di sekitar USD 122, dengan dominasi tekanan jual yang masih cukup kuat.
Adanya potensi penurunan harga ini dipicu oleh arus keluar dana di pasar kripto secara menyeluruh, serta sentimen investor yang masih belum sepenuhnya pulih. Meskipun minat dari institusi terhadap produk Solana terbilang solid, namun kepercayaan investor ritel masih terganjal oleh ketidakpastian kondisi makroekonomi global. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Solana atau tokoh-tokoh berpengaruh di ekosistemnya yang membenarkan potensi penurunan harga tersebut. Akan tetapi, James Butterfill, Head of Research di CoinShares, menyoroti adanya tekanan yang masih membayangi aset digital secara umum.
Belum ada konfirmasi resmi atas potensi penurunan harga Solana, namun Butterfill menyebut bahwa ekspektasi terkait penurunan suku bunga yang semakin meredup, momentum harga yang negatif, serta kekecewaan karena aset digital belum mengikuti perdagangan berbasis pelemahan nilai mata uang, mungkin telah memicu arus keluar tersebut. Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca, disarankan untuk belajar dan menganalisis sebelum melakukan pembelian dan penjualan kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil.


