Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, diantaranya hewan perantara penyebaran adalah tikus. Gejala dari leptospirosis meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot pada betis, punggung, pinggang disertai menggigil, dan sakit kepala. Penyebaran bakteri Leptospira terjadi melalui lingkungan basah dan banjir, yang menjadi sarana utama penularan dari urine tikus ke manusia. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Penularan utama terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang tercemar oleh urine hewan pembawa bakteri seperti tikus. Gejala lain yang dapat muncul adalah mata merah, walaupun gejala penyakit bisa timbul satu hingga dua minggu setelah terpapar bakteri leptospira. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti sarung tangan dan sepatu saat melewati genangan air atau saluran air.
Penting untuk menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus dengan menutup akses masuk dan mengelola sampah dengan benar. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menutup luka dengan plester kedap air, karena bakteri dapat masuk melalui luka sekecil apapun. Selalu cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan genangan banjir. Dengan curah hujan yang diprediksi tinggi hingga akhir Januari, langkah-langkah pencegahan yang diambil dapat membantu mengurangi risiko penularan leptospirosis.


