Peneliti dari Common Sense Media mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap penggunaan mainan berbasis kecerdasan buatan (AI) pada anak-anak. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, mainan AI kini tidak hanya hadir di gawai, tetapi juga telah merambah dunia mainan anak. Studi yang dilakukan oleh Common Sense Media menemukan bahwa mainan AI membawa sejumlah risiko terhadap perkembangan anak, terutama pada anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar penggunaan mainan AI dihindari untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.
Mainan AI yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi boneka pintar, robot, dan berbagai mainan lainnya yang terhubung ke internet dan mampu berkomunikasi dengan anak. Selain itu, mainan jenis ini juga memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan informasi dari interaksi dengan anak.
Common Sense Media melakukan penilaian terhadap empat jenis mainan AI dengan memperhatikan aspek-aspek kinerja teknis, keamanan konten, kesesuaian perkembangan anak, dan risiko keterikatan emosional. Dalam studi yang dikutip dari Parents, Jumat (30 Januari 2025), hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 persen dari mainan AI dinilai tidak pantas untuk anak-anak. Lebih dari seperempat mainan yang diuji ditemukan memiliki konten yang sensitif, seperti pembahasan narkoba dan bahasa yang mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri. Bahkan, sebanyak 74 persen orang tua yang disurvei mengaku khawatir bahwa mainan AI dapat menyampaikan informasi yang tidak aman atau tidak benar kepada anak-anak mereka.
