Bitcoin dan korelasinya dengan aset berisiko mempengaruhi pasar kripto, terutama dengan tekanan yang dirasakan di Wall Street akibat penurunan saham teknologi. Sentimen negatif ini pun turut merembet ke bursa Eropa dan Asia, memengaruhi harga Bitcoin. Tidak hanya Bitcoin, harga emas dan perak juga mengalami pelemahan yang signifikan, dengan perak bahkan mencatatkan penurunan terbesar sejak Maret 1980. Tekanan pada Bitcoin semakin terasa akibat aksi likuidasi paksa yang terjadi ketika posisi perdagangan otomatis ditutup pada level tertentu. Data dari Coinglass menunjukkan lebih dari USD 2 miliar posisi long dan short Bitcoin terlikuidasi dalam beberapa hari terakhir, dengan jumlah likuidasi total di pasar kripto mencapai USD 2,56 miliar hanya dalam satu hari.
Investor juga mulai memperhatikan dampak kebijakan moneter ke depan setelah Kevin Warsh diumumkan menjadi pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve. Minat investor terhadap aset kripto juga terlihat melemah, seperti yang dilaporkan oleh CoinShares yang mencatat arus keluar dana sebesar USD 1,7 miliar dalam dua pekan terakhir, sehingga total arus keluar sepanjang tahun ini telah mencapai USD 1 miliar. Kepala Riset CoinShares, James Butterfill, mengatakan bahwa ini merupakan indikasi penurunan signifikan dalam sentimen investor terhadap kelas aset kripto. Semua faktor ini menjadi pertimbangan penting bagi para pelaku pasar untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.


