Kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan hampir USD 500 miliar dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Koreksi ini terjadi seiring dengan meningkatnya aksi jual yang dipimpin oleh bitcoin (BTC). Menurut data CoinGecko seperti dilansir oleh Yahoo Finance, nilai pasar kripto turun sebesar USD 467,6 miliar atau sekitar Rp 7.851,04 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS sekitar 16.790) sejak 29 Januari. Harga bitcoin sendiri sempat mencapai level terendah dalam 15 bulan di Amerika Serikat sebesar USD 72.877 sebelum kembali pulih dan diperdagangkan sekitar USD 76.600 pada 4 Februari di London.
Meskipun adopsi kripto semakin meningkat dan pemerintahan AS lebih pro-kripto, bitcoin telah mengalami penurunan sekitar 40% sejak mencapai rekor tertinggi pada Oktober lalu. Likuidasi besar pada 10 Oktober telah menghapus USD 19 miliar atau sekitar Rp 318,94 triliun dari pasar kripto dan dampaknya masih terasa hingga saat ini. Analis di BTC Markets, Rachael Lucas, menyatakan bahwa sentimen pasar masih berhati-hati dan defensif di Asia, namun laju penjualan paksa semakin melambat. Bitcoin di bawah USD 73.000 telah mengakibatkan ketakutan ekstrem di kalangan investor.


