Pasar resale tiket Piala Dunia 2026 mengundang kontroversi dengan kritik terhadap kebijakan harga FIFA. Secara internasional, beberapa kelompok suporter menilai bahwa FIFA tidak cukup memberikan solusi terhadap masalah harga tiket yang melambung tinggi. Meskipun FIFA telah menyediakan sebagian tiket dengan harga khusus untuk kelompok suporter resmi sebesar 60 dolar AS, namun masih dianggap tidak mencukupi.
Penjualan tiket Piala Dunia dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dari pengumuman penerimaan tiket pada fase penjualan kedua hingga tahap terakhir yang disebut sebagai fase “last-minute” yang akan dilangsungkan mulai April hingga akhir kompetisi. FIFA menerapkan konsep “variable pricing” di mana harga tiket dapat berubah sesuai dengan permintaan dan ketersediaan, namun bukan dengan model harga dinamis yang secara otomatis menyesuaikan harga.
Selain itu, masalah tiket resale tidak diatur di Amerika Serikat dan Kanada, sementara di Meksiko, penjualan tiket di atas harga nominal dilarang jika tiket tersebut dibeli di Meksiko menggunakan mata uang lokal. Isu harga tiket menjadi perdebatan hangat menjelang Piala Dunia 2026, menimbulkan kritik terhadap FIFA dan kebijakan harga yang dianggap tidak memadai oleh sejumlah pihak.

