Perdebatan terus berlanjut mengenai apakah perusahaan yang banyak menggunakan kripto layak dimasukkan ke dalam indeks saham utama. Meskipun begitu, ada pemain kripto lain yang akhirnya masuk ke dalam indeks tersebut. Beberapa bulan lalu, penyedia indeks mempertimbangkan untuk menghapus perusahaan aset digital atau digital asset treasury (DAT) yang mengalokasikan lebih dari 50% neracanya untuk kripto. Perusahaan DAT secara analogi menyimpan kripto dalam neraca perusahaan seperti halnya perusahaan tradisional menyimpan cadangan kas. Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan dalam proposal tersebut adalah MicroStrategy milik Michael Saylor, yang kini dikenal sebagai Strategy (NASDAQ: MSTR). Pada Desember 2025, Strategy menolak proposal MSCI dengan alasan diskriminatif dan menyebutnya tidak dapat diterapkan. Meskipun demikian, MSCI memutuskan untuk tetap memasukkan perusahaan DAT dalam indeksnya, dengan Strategy tetap berada di posisinya. Kini, perusahaan lain yang berkonsentrasi pada Bitcoin juga bergabung dalam indeks tersebut. Indeks MSCI USA melacak perusahaan besar dan menengah di pasar ekuitas AS, sekitar 85% dari kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float. Pencantuman perusahaan dalam indeks dapat membuka pintu bagi aliran dana pasif dan meningkatkan visibilitas di kalangan investor institusional. Salah satu contohnya adalah IREN Limited (NASDAQ: IREN) yang diumumkan akan ditambahkan ke Indeks MSCI USA setelah penutupan pasar pada 27 Februari.pendiri dan CEO IREN, Daniel Roberts, menyatakan bahwa penambahan ini mencerminkan skala dan likuiditas perusahaan serta akan memperluas akses institusional sejalan dengan kemajuan strategi AI Cloud-nya. Adapun setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca, untuk itu dianjurkan untuk melakukan penelitian dan analisis sebelum melakukan transaksi kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keputusan investasi yang dibuat oleh pembaca.

