Pada kuartal IV 2025, Tether menjadi pemegang bitcoin terbesar kelima di dunia setelah mengakuisisi 8.888 bitcoin. Total kepemilikan Tether di bitcoin menjadi 96.185 senilai USD 8,42 miliar atau Rp 140,61 triliun. Pembelian BTC senilai USD 876 juta atau Rp 14,62 triliun menunjukkan komitmen penerbit stablecoin untuk mengkonversi keuntungan menjadi bitcoin, yang terjadi di tengah minat institusional yang kuat terhadap kripto meski pasar melemah pada akhir kuartal IV 2025. Tether mentransfer 961 BTC senilai USD 97,18 juta atau Rp 1,62 triliun dari Bitfinex, diikuti oleh 8.888,8 BTC senilai USD 778 juta atau Rp 12,99 triliun pada 1 Januari. Rata-rata harga akuisisi Tether sekitar USD 51.117, menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar USD 3,524 miliar pada valuasi saat ini sekitar USD 88.700 per koin.
Di sisi lain, Goldman Sachs mengungkapkan pembelian ETF bitcoin senilai USD 1,7 miliar atau Rp 28,39 triliun, sementara Strategy menambah 1.229 bitcoin senilai USD 108,8 juta atau Rp 1,81 triliun. Aset Strategy menjadi 672.497 bitcoin dengan nilai USD 50,44 miliar. Pembelian tersebut terjadi ketika nilai bitcoin merosot menuju USD 88.000 setelah gagal mempertahankan level tertinggi di dekat USD 93.000, yang dipicu oleh tekanan harga jangka pendek. Strategy melakukan akuisisi melalui penjualan saham tanpa menerbitkan saham preferen, menghasilkan pendapatan yang setara dengan penyebaran bitcoin.
Hal ini menunjukkan tren kuatnya minat institusional terhadap kripto di pasar global, dengan berbagai entitas seperti Tether, Goldman Sachs, dan Strategy terus melakukan investasi besar-besaran dalam aset kripto seperti bitcoin. Meskipun pasar kripto mengalami fluktuasi harga yang signifikan, investasi terus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

