HomeKesehatanFibrilasi Atrial: Mitos dan Fakta

Fibrilasi Atrial: Mitos dan Fakta

MENARI adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memeriksa keteraturan denyut jantung secara mandiri melalui perabaan nadi. Dalam beberapa penelitian, MENARI terbukti efektif dalam meningkatkan deteksi fibrilasi atrium, yang dapat membantu dalam penanganan lebih dini untuk menurunkan risiko stroke.

Proses MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher, menghitung denyut selama 30 detik, lalu dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit. Walaupun denyut normal berkisar 60-100 kali per menit, keteraturan irama juga penting untuk diperhatikan.

Menurut penjelasan dari Yoga, denyut nadi yang terasa tidak teratur, ada denyut yang hilang, irama yang bervariasi, terlalu cepat di atas 100 kali per menit, atau terlalu lambat di bawah 60 kali per menit merupakan tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan. Gejala seperti pusing, keringat dingin, nyeri dada, sesak napas, pingsan, bicara pelo, atau kelemahan anggota gerak juga perlu diperhatikan. Semua ini memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

MENARI diakui secara ilmiah sebagai langkah awal yang efektif untuk mendeteksi denyut jantung yang tidak teratur, meskipun tidak dimaksudkan untuk menegakkan diagnosis. Jika nadi terasa tidak teratur, pemeriksaan lanjutan seperti rekaman EKG perlu dilakukan, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti usia lanjut atau penderita penyakit jantung. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, termasuk penggunaan pengencer darah pada kasus fibrilasi atrium, risiko stroke dapat berkurang secara bermakna.

Memeriksa nadi secara berkala dapat membantu dalam menemukan gangguan irama jantung yang sebelumnya tidak disadari, seperti fibrilasi atrium. Terdeteksinya gangguan ini dan pengobatan dengan pengencer darah yang tepat dapat secara signifikan mengurangi risiko stroke. Meskipun bukti langsung tentang manfaat menarai nadi sendiri dalam menurunkan angka stroke terbatas, potensi manfaatnya, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan stroke, telah didukung secara ilmiah.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer