Puasa Ramadan kerap dipandang sebatas ibadah yang menahan lapar dan haus. Padahal, di balik rutinitas itu, tubuh juga bisa merasakan sejumlah dampak positif, selama pola makan saat sahur dan berbuka tetap dijaga dengan tepat. Kuncinya bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga memastikan tubuh tetap mendapat asupan yang seimbang agar manfaat puasa tidak hilang begitu saja.
Dari Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (Unpas), dokter Andromeda, M.Kes., AIFO-K, menekankan bahwa manfaat puasa akan lebih optimal jika kebutuhan cairan tercukupi, makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang, tinggi protein hewani, serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula, tepung, dan makanan olahan atau ultra processed food.
1. Membantu Menurunkan Berat Badan
Salah satu manfaat puasa yang paling sering dirasakan adalah penurunan berat badan. Saat pola makan lebih terkontrol, kadar lemak tubuh dapat ikut berkurang. Efek ini bukan hanya soal angka di timbangan, tetapi juga berkaitan dengan keseimbangan sistem kekebalan tubuh yang ikut terbantu saat komposisi tubuh membaik.
2. Menekan Peradangan dalam Tubuh
Puasa juga disebut dapat membantu mengurangi inflamasi atau peradangan. Ini penting karena peradangan menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Dalam kondisi puasa, tubuh memiliki peluang untuk meredakan proses peradangan secara alami.
3. Mendukung Proses Detoksifikasi
Manfaat lainnya adalah membantu tubuh menjalankan proses detoksifikasi. Salah satu mekanisme yang ikut berperan adalah autofagi, yakni saat tubuh mengurai dan mendaur ulang sel-sel yang rusak. Proses ini membantu tubuh bekerja lebih efisien dalam membuang komponen yang tidak lagi diperlukan.
Dengan pola makan yang terjaga, puasa Ramadan bukan hanya menjadi momen penguatan spiritual, tetapi juga kesempatan bagi tubuh untuk bekerja dengan ritme yang lebih tertata dan sehat.
