Kesehatan

Tips Puasa Sehat di Musim Pancaroba 2026: Panduan Praktis Ramadan

Menjelang Ramadan 2026, tantangan berpuasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga tubuh tetap fit di tengah cuaca yang belum menentu. Musim pancaroba kerap membuat kondisi fisik lebih mudah goyah, sehingga pola makan saat sahur dan berbuka tidak bisa asal pilih. Di momen seperti ini, tubuh justru membutuhkan asupan yang lebih teratur agar tetap bertenaga sepanjang hari.

Gizi Seimbang Jadi Kunci Saat Cuaca Tak Menentu

Ahli gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Iis Rosita, MKM. RD, menegaskan bahwa puasa di musim pancaroba tetap harus dibarengi dengan pola makan bergizi seimbang. Menurutnya, menu berbuka sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengandung energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam porsi yang cukup.

Fokus pada keseimbangan ini penting karena perubahan cuaca dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Dengan asupan yang tepat, tubuh lebih siap menjalani aktivitas selama Ramadan tanpa cepat lemas atau mudah terganggu kesehatannya.

Cairan Tubuh Tidak Boleh Diabaikan

Selain makanan, kebutuhan cairan juga menjadi perhatian utama saat berpuasa. Iis menyarankan konsumsi 6–8 gelas air per hari, terutama dibagi pada waktu malam setelah berbuka hingga menjelang sahur. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi meski tidak minum sepanjang siang.

Jika cairan tidak tercukupi, tubuh akan lebih cepat terasa letih, terlebih saat cuaca tidak stabil. Karena itu, pengaturan minum perlu direncanakan, bukan sekadar menunggu rasa haus muncul.

Pilih Sumber Protein yang Lebih Aman dan Ringan

Dalam panduan gizi menyambut Ramadan 2026, protein disebut sebagai salah satu unsur penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama puasa. Iis menjelaskan, kebutuhan protein bisa dipenuhi dari sumber nabati maupun hewani. Untuk pilihan nabati, masyarakat dapat mengandalkan kacang-kacangan, tahu, tempe, serta susu, baik susu kedelai maupun susu sapi.

Sementara untuk protein hewani, disarankan memilih daging rendah lemak atau ikan. Iis mengingatkan agar daging berlemak tinggi dihindari, terutama bagi kelompok usia lanjut, karena bisa kurang ideal bagi kondisi tubuh yang membutuhkan asupan lebih ringan dan mudah dicerna.

Dengan cuaca pancaroba yang masih berlangsung, Ramadan 2026 menuntut perhatian lebih pada isi piring dan jumlah cairan yang masuk ke tubuh. Di titik ini, puasa sehat bukan soal makan banyak saat berbuka, melainkan soal memilih makanan yang tepat dan menjaga keseimbangan dari malam hingga sahur.