Untuk mengatasi tantangan kesehatan di masa depan, terutama pada era industri dan masyarakat 5.0, terdapat lima hal yang perlu dikuasai. Menurut Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis (PRKPK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yaitu big data, kecerdasan artifisial, kedokteran presisi, teknologi genomik, dan kedokteran regeneratif. Menurutnya, kemampuan riset akan menentukan posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi global, sehingga peran strategis riset sangat penting dalam menjawab dinamika tersebut.
Harimat Hendarwan mengatakan bahwa riset akan sangat menentukan peran Indonesia apakah sebagai inisiator dan pionir atau hanya sebagai pengguna tanpa nilai tambah. Hal ini disampaikannya ketika menerima kunjungan 25 mahasiswa kedokteran dan tiga pendamping dari Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional Indonesia (BAPIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Bogor. Pada kesempatan tersebut, Harimat juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa terhadap riset dan inovasi di bidang kesehatan.
Dia berharap semakin banyak tenaga medis yang terlibat dalam riset dan inovasi di bidang kesehatan dan kedokteran karena tantangan kesehatan di masa depan semakin kompleks namun menjanjikan dan menarik. Hendarwan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas riset untuk menjawab dinamika zaman sehingga Indonesia dapat lebih maju dalam bidang inovasi global khususnya di sektor kesehatan.

