Vincent Kompany punya jawaban yang tak biasa saat diminta menyebut lawan paling sulit dalam kariernya. Di tengah nama-nama besar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, pelatih Bayern Munich itu justru menempatkan Ronaldinho di posisi teratas. Bukan karena statistik, melainkan karena kesan yang ditinggalkan sang legenda Brasil dalam satu pertandingan yang ia saksikan langsung.
Ronaldinho, Bukan Messi atau Ronaldo
Kompany, yang kini menukangi Bayern Munich, menengok kembali perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola profesional dari 2003 hingga 2020. Dalam periode itu, ia mencatat 621 penampilan senior dan pernah menjadi figur penting sebagai kapten Manchester City serta tim nasional Belgia.
Meski mengakui Messi dan Ronaldo berada di level luar biasa dan kerap disebut sebagai dua pemain terbaik sepanjang masa, Kompany justru menilai Ronaldinho sebagai sosok yang paling membekas dalam ingatannya. Baginya, ada sesuatu dari permainan Ronaldinho yang membuat lawan sekalipun sulit melupakan.
Kesan dari Satu Laga
Dalam penuturannya kepada media, Kompany menegaskan bahwa pilihannya bukan sekadar soal reputasi. Ia melihat langsung bagaimana Ronaldinho mampu membuat sebuah pertandingan terasa berbeda. Dari semua nama besar yang pernah ia hadapi, justru legenda Brasil itu yang paling memikat perhatiannya.
Pernyataan tersebut menambah daftar pengakuan soal pengaruh besar Ronaldinho di lapangan. Bagi Kompany, pengalaman menghadapi pemain top tidak otomatis membuat Messi atau Ronaldo jadi jawaban utama. Dalam ingatannya, Ronaldinho tetap menempati tempat khusus sebagai lawan yang paling memukau.
Penghormatan dari Seorang Bek Tangguh
Selama kariernya, Kompany dikenal sebagai bek yang disiplin dan keras menghadapi penyerang kelas dunia. Karena itu, pilihannya terhadap Ronaldinho terasa menarik: bukan hanya soal siapa yang paling produktif, tetapi siapa yang paling meninggalkan jejak.
Di antara deretan bintang yang pernah ia hadapi, Kompany tampaknya menilai Ronaldinho bukan sekadar lawan berat, melainkan pemain yang menghadirkan rasa kagum sekaligus tantangan tersendiri. Itulah yang membuat namanya muncul di atas Messi dan Ronaldo dalam ingatan Kompany.
