Crypto

Pengaruh Risalah The Fed Terhadap Harga Bitcoin: Penurunan Tajam

Risalah rapat The Fed kembali mengubah arah sentimen pasar, dan Bitcoin ikut terseret ke zona merah. Di saat pelaku pasar masih mencoba membaca langkah bank sentral AS berikutnya, notulensi rapat terbaru justru memperkuat kesan bahwa ruang pelonggaran kebijakan belum akan terbuka cepat. Pasar pun bereaksi hati-hati, terutama karena nada yang muncul dari risalah itu cenderung lebih hawkish daripada yang diharapkan.

Risalah The Fed memberi sinyal suku bunga bisa bertahan lebih tinggi

Dalam pembahasan rapat tersebut, para pejabat The Fed menyinggung kemungkinan penyesuaian suku bunga ke arah atas sebagai salah satu opsi yang patut dicermati. Mereka juga menilai bahwa kemajuan menuju target inflasi 2% kemungkinan berjalan lebih lambat dan tidak merata dibanding perkiraan sebelumnya. Nada seperti ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal bahwa bank sentral belum siap tergesa-gesa melonggarkan kebijakan.

Situasi ini menjadi sensitif karena muncul menjelang berakhirnya masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pada Mei mendatang. Di tengah transisi kepemimpinan yang mulai dibicarakan, setiap petunjuk dari risalah rapat kian diperhatikan karena bisa memengaruhi arah ekspektasi pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Trump, Warsh, dan tekanan politik di sekitar The Fed

Presiden AS Donald Trump disebut telah mengusulkan Kevin Warsh, mantan gubernur The Fed, sebagai calon pengganti Powell. Namun, Trump sebelumnya berulang kali mendorong agar suku bunga diturunkan. Perbedaan arah seperti ini menambah lapisan ketegangan di sekitar kebijakan moneter AS, terutama ketika pasar sedang mencari kepastian soal langkah The Fed berikutnya.

Meski begitu, data terbaru belum menunjukkan adanya lonjakan inflasi yang benar-benar mengkhawatirkan. Justru, pasar masih menimbang kemungkinan bahwa indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), ukuran inflasi favorit The Fed, akan naik dalam beberapa bulan mendatang. Jika itu terjadi, ruang untuk pemangkasan suku bunga bisa semakin sempit.

Pasar berjangka menunda ekspektasi pemangkasan

Di pasar berjangka, ekspektasi juga mulai bergeser. Pelaku pasar kini memperkirakan pemotongan suku bunga berikutnya baru akan terjadi pada Juni, dengan kemungkinan lanjutan pada September atau Oktober. Pergeseran jadwal ini menunjukkan bahwa investor belum melihat alasan kuat bagi The Fed untuk segera bersikap dovish.

Untuk aset berisiko seperti Bitcoin, perubahan ekspektasi suku bunga sering kali berdampak cepat. Ketika pasar mulai meyakini bahwa bunga akan bertahan lebih tinggi lebih lama, tekanan terhadap aset spekulatif biasanya ikut meningkat. Itulah yang membuat risalah The Fed kali ini tidak hanya dibaca sebagai dokumen kebijakan, tetapi juga sebagai pemicu penurunan tajam pada harga Bitcoin.