Pasar kripto, terutama Bitcoin (BTC), saat ini sedang menghadapi penurunan harga yang signifikan, mencapai hampir -50 persen setelah mencapai rekor tertinggi di sekitar USD 126,210 pada bulan Oktober 2025. Pada tanggal 16 Februari 2026, harga Bitcoin berada di sekitar USD 68,000. Menurut Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, trading derivatif kripto dapat menjadi pilihan alternatif bagi para trader untuk memaksimalkan potensi keuntungan di tengah situasi pasar yang tidak menentu saat ini.
Iskandar menekankan bahwa trading derivatif kripto bukan hanya tentang mendapatkan keuntungan, tetapi juga seputar bagaimana trader mengelola dan mengantisipasi risiko yang ada. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa saat harga BTC turun ke level USD 60 ribu pada 6 Februari 2026, likuidasi pasar kripto mencapai USD 4,85 miliar. Hal ini berdampak pada penurunan indeks fear & greed menjadi angka 6, yang merupakan level terendah pada awal tahun 2026.
Trading derivatif kripto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, memungkinkan mereka untuk mengambil posisi long jika yakin harga akan naik, atau posisi short jika memprediksi harga akan turun. Namun, Iskandar juga menekankan bahwa produk ini termasuk dalam kategori high risk high return, sehingga fitur manajemen risiko, analisis pasar, dan peningkatan informasi sangatlah penting dalam aktivitas trading.

