Crypto

Kraken Akan Mengakuisisi Platform Manajemen Token Magna

Kraken kembali memperluas langkah bisnisnya di luar peran klasik sebagai bursa kripto. Lewat perusahaan induknya, Payward, platform asal Amerika Serikat itu resmi mengakuisisi Magna, penyedia layanan manajemen token yang selama ini dikenal membantu proyek kripto mengelola distribusi dan operasional token mereka. Nilai transaksi memang tidak dibuka ke publik, tetapi arah strateginya cukup jelas: Kraken ingin membangun layanan yang jauh lebih lengkap, bukan sekadar tempat jual beli aset digital.

Kraken Bidik Layanan yang Lebih Menyeluruh

Akuisisi Magna menjadi bagian dari ambisi Kraken untuk menghadirkan apa yang mereka sebut sebagai “rangkaian produk yang sepenuhnya vertikal”. Artinya, Kraken tidak hanya ingin menjadi pintu masuk perdagangan kripto, tetapi juga ikut menggarap kebutuhan penerbit, pengembang, hingga investor sejak tahap awal sampai fase pertumbuhan berikutnya.

Calvin Leyon, Kepala Onchain Kraken, kepada Yahoo Finance menjelaskan bahwa langkah ini akan mempercepat evolusi Kraken sebagai platform yang bisa dipakai lebih luas oleh berbagai pelaku di ekosistem kripto. Dengan kata lain, Kraken sedang membangun posisi sebagai penyedia infrastruktur yang menyentuh lebih banyak sisi industri.

Magna Tetap Jalan Sendiri, Tapi Dengan Sokongan Kraken

Meski sudah diakuisisi, Magna tidak akan langsung dilebur ke dalam struktur Kraken. Platform manajemen token tersebut tetap akan beroperasi secara independen, namun kini mendapat dukungan sumber daya dari induk barunya. Bagi pengguna Magna, perubahan ini diharapkan membawa manfaat yang lebih praktis, terutama dari sisi skala layanan.

CEO Magna, Bruno Faviero, menegaskan bahwa bergabung dengan Kraken memberi akses ke infrastruktur institusional, likuiditas yang lebih dalam, serta distribusi global bagi klien mereka. Kombinasi itu menjadi nilai tambah penting di tengah pasar kripto yang makin kompetitif dan menuntut efisiensi tinggi.

Kraken Semakin Agresif Jelang IPO

Langkah akuisisi Magna juga memperkuat sinyal bahwa Kraken sedang mempercepat ekspansi menjelang rencana penawaran umum perdana atau IPO. CEO Kraken, Arjun Sethi, sebelumnya menyebut masih ada lebih banyak kesepakatan yang disiapkan perusahaan. Sepanjang 2025, Kraken tercatat telah melakukan lima akuisisi.

Di sisi lain, Karl-Martin Ahrend dari Areta, penasihat M&A kripto, memperkirakan aktivitas merger dan akuisisi di sektor ini akan meningkat sepanjang tahun. Jika prediksi itu terbukti, Kraken tampaknya sudah lebih dulu mengambil posisi untuk memanfaatkan momentum tersebut.

Portofolio Kraken sendiri kini makin beragam. Selain bursa utama, perusahaan ini memiliki NinjaTrade untuk perdagangan berjangka, Breakout sebagai platform perdagangan milik sendiri, serta Backed Finance yang berfokus pada aset tokenisasi. Kraken juga menawarkan saham tokenisasi dan ETF, menegaskan ambisinya untuk melayani investor yang tidak hanya bergerak di aset kripto murni.

Sumber informasi dalam laporan ini mengacu pada Yahoo Finance.