Crypto

Manfaat Stablecoin Dibandingkan Kripto Tak Berguna

Di tengah perdebatan soal kegunaan aset digital, komentar Neel Kashkari kembali menyorot satu masalah lama: kripto kerap dianggap praktis untuk kirim uang lintas negara, tetapi manfaatnya belum tentu terasa sampai akhir proses. Menurut Kashkari, efisiensi yang sering dipromosikan justru hilang ketika penerima harus menukar aset digital itu ke mata uang resmi negaranya.

Biaya tidak berhenti di tahap pengiriman

Kashkari menilai, kripto memang bisa terlihat cepat untuk memindahkan nilai dari satu negara ke negara lain. Namun, bagi banyak pengguna, urusan belum selesai saat dana tiba. Begitu aset digital harus dikonversi lagi menjadi uang fiat agar bisa dipakai sehari-hari, muncul biaya tambahan dan hambatan yang membuat manfaat awalnya berkurang.

Ia menekankan bahwa titik lemah utama kripto bukan sekadar pada proses pengiriman, melainkan pada kebutuhan untuk kembali masuk ke sistem keuangan tradisional. Selama tahap itu masih ada, menurutnya, efisiensi kripto tetap terbatas.

Stablecoin dinilai lebih dekat ke fungsi nyata

Dalam konteks itulah stablecoin sering dipandang punya nilai praktis yang lebih jelas. Berbeda dari kripto yang volatil, stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai yang lebih stabil dan dapat dipakai sebagai jembatan transaksi tanpa gejolak harga yang ekstrem. Karena itu, pembahasan soal manfaat aset digital kini tak lagi hanya soal cepat atau lambat, tetapi juga soal seberapa mulus aset tersebut bisa digunakan setelah sampai ke tujuan.

Argumen Kashkari pada dasarnya mengarah ke satu hal: jika sebuah aset digital masih memaksa pengguna melewati proses konversi yang rumit, maka klaim efisiensinya belum sepenuhnya terbukti.

Masalah utama ada pada gesekan sistem

Kashkari menyebut gesekan saat aset digital harus diubah kembali menjadi uang yang bisa dipakai sebagai persoalan inti. Dari sudut pandangnya, inilah alasan mengapa banyak pembicaraan soal kripto sebagai alat pembayaran lintas batas belum benar-benar menjawab kebutuhan pengguna di lapangan.

Selama proses itu masih menambah biaya dan langkah tambahan, manfaat kripto akan tetap terbatas. Bagi Kashkari, yang dibutuhkan bukan sekadar teknologi yang bisa memindahkan aset, melainkan sistem yang benar-benar mengurangi friksi dari awal sampai akhir transaksi.