Berita

Polisi Tembak Massa Pro-Kemerdekaan di Yaman Selatan: Analisis Terbaru

Ketegangan politik di Aden kembali memuncak ketika aparat kepolisian melepaskan tembakan ke arah para demonstran pro-kemerdekaan Yaman Selatan yang berusaha mendekati Istana Presiden, Kamis (19/2). Aksi itu berlangsung saat kabinet baru Yaman tengah menggelar rapat perdana, menjadikan momen pelantikan kerja pemerintahan baru langsung dibayangi bentrokan di jalan.

Aksi Massa Pecah di Dekat Istana Presiden

Menurut laporan yang dikutip dari ANTARA, para demonstran berkumpul untuk menyuarakan dukungan terhadap pemisahan Yaman Selatan. Mereka kemudian mencoba menyerbu area Istana Presiden di Aden, sehingga polisi merespons dengan tembakan untuk membubarkan massa. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar gesekan antara aparat dan kelompok pro-kemerdekaan di wilayah selatan.

STC Kecam Pemerintah Baru

Dewan Transisi Selatan atau Southern Transitional Council (STC) mengecam kembalinya pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Shaya al-Zindani. Mereka menilai kabinet baru itu tidak memberi ruang bagi aspirasi pemisahan selatan yang selama ini menjadi tuntutan utama kelompok mereka. STC juga menyebut langkah pemerintah sebagai bentuk pengabaian terhadap suara politik di wilayah selatan.

Ancaman Aksi Susulan

STC tidak berhenti pada kecaman. Kelompok ini mengancam akan menggelar aksi lanjutan sebagai respons atas situasi tersebut. Ancaman itu menunjukkan bahwa ketegangan di Aden belum mereda, terutama setelah demonstrasi hari itu memperlihatkan betapa rapuhnya hubungan antara pemerintah pusat dan kekuatan politik pro-kemerdekaan di selatan Yaman.