Aktivitas Fisik Tetap Penting Selama Ramadan, Ini Waktu yang Paling Aman
Puasa Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Di tengah perubahan pola makan dan jam istirahat, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik agar kebugaran terjaga dan metabolisme tidak ikut turun. Dokter spesialis gizi klinik Gaga Irawan Nugraha menekankan bahwa aktivitas ringan hingga olahraga terukur justru membantu tubuh beradaptasi selama berpuasa.
Gerak Ringan di Pagi dan Siang Hari Tetap Dianjurkan
Menurut Gaga, aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Senam ringan setelah sahur, misalnya, bisa membantu menjaga fleksibilitas tubuh. Di siang hari, kebiasaan sederhana seperti tidur siang, berkebun, pergi ke pasar, atau menyiapkan hidangan berbuka juga termasuk bentuk aktivitas yang tetap bermanfaat.
Intinya, tubuh sebaiknya tidak terlalu lama pasif selama Ramadan. Aktivitas harian yang ringan namun konsisten dinilai lebih aman dan tetap mendukung kesehatan, terutama saat energi dan asupan cairan sedang dibatasi.
Olahraga Paling Tepat Dilakukan Menjelang Maghrib
Untuk olahraga yang lebih terstruktur, Gaga menyarankan waktu terbaik berada di rentang bada ashar hingga menjelang azan maghrib. Durasi yang disarankan minimal 30 menit, dengan frekuensi 3-5 kali dalam seminggu. Jenis latihannya bisa disesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh, baik aerobik maupun anaerobik, selama intensitasnya tetap terukur.
Ia juga mengingatkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi akan membuat kebutuhan cairan meningkat. Karena itu, latihan berat lebih aman dilakukan mendekati waktu berbuka agar tubuh segera mendapat asupan air setelahnya.
Puasa Bisa Membantu, Asal Pola Hidup Tetap Dijaga
Bagi sebagian orang dengan masalah gizi seperti obesitas, trigliserida tinggi, dan kolesterol, puasa dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi tubuh. Namun manfaat itu hanya akan terasa jika pola makan dan aktivitas fisik tetap dijaga dengan baik.
Rekomendasi aktivitas selama Ramadan memang disesuaikan dengan perubahan metabolisme saat puasa. Karena itu, kuncinya bukan mengurangi gerak sepenuhnya, melainkan memilih aktivitas yang sesuai agar tubuh tetap bugar, tidak cepat lemas, dan mampu menjalani puasa dengan lebih stabil.
Arah yang paling aman selama Ramadan adalah menjaga ritme tubuh: tetap bergerak, tidak berlebihan, dan menyesuaikan beban latihan dengan waktu berbuka yang sudah semakin dekat.
