Zinedine Zidane kembali menjadi nama yang paling sering disebut setiap kali kursi pelatih Timnas Prancis dibahas. Sosok yang pernah mengubah Real Madrid menjadi mesin juara itu disebut masih menunggu momen yang tepat untuk kembali ke pinggir lapangan, dan Piala Dunia 2026 bisa menjadi titik balik yang paling masuk akal.
Jejak Zidane di Madrid Masih Sulit Ditandingi
Karier kepelatihan Zidane dimulai pada 2010 setelah ia gantung sepatu pada 2006. Ia sempat memulai dari belakang layar sebagai penasihat Jose Mourinho di Real Madrid, sebelum akhirnya dipercaya memimpin tim utama pada 2016 menggantikan Rafael Benitez.
Keputusan Madrid kala itu terbukti tepat. Dalam dua periode kepelatihan, yakni 2016–2018 dan 2019–2021, Zidane mempersembahkan 11 trofi utama untuk Los Blancos. Pencapaian paling menonjol tentu saja tiga gelar Liga Champions beruntun, sesuatu yang sangat jarang terjadi di sepak bola modern.
Belum Kembali, Meski Banyak Peminat
Sejak meninggalkan Real Madrid pada Mei 2021, Zidane belum lagi menangani klub mana pun. Nama besar dan rekam jejaknya membuat ia terus dikaitkan dengan berbagai proyek besar, namun hingga kini ia belum mengambil langkah baru di level klub.
Ia juga sempat masuk radar tim nasional Amerika Serikat untuk Piala Dunia, tetapi tawaran tersebut ditolaknya. Sikap itu menunjukkan Zidane masih selektif dalam menentukan pelabuhan berikutnya, alih-alih sekadar kembali demi nama besar semata.
Timnas Prancis Jadi Jalur yang Paling Masuk Akal
Di tengah spekulasi yang tak pernah benar-benar padam, Timnas Prancis kini terlihat sebagai opsi yang paling logis untuk Zidane. Koneksi emosionalnya dengan sepak bola Prancis, ditambah statusnya sebagai legenda hidup, membuat wacana itu terus menguat.
Jika benar mengambil alih setelah Piala Dunia 2026, Zidane akan masuk ke panggung yang sangat familiar: tekanan besar, ekspektasi tinggi, dan peluang untuk menambah babak baru dalam karier yang sejak awal memang selalu berada di sorotan utama.
