Campak kembali menyorot kelemahan besar dalam sistem imunisasi Indonesia. Di tengah laporan wabah yang masih terus bergerak, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus campak terbanyak kedua di dunia, sebuah posisi yang menunjukkan bahwa penyakit ini belum benar-benar terkendali.
Indonesia di Urutan Kedua Kasus Wabah Campak Dunia
Merujuk pada data Global Measles Outbreaks milik Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, yang dikutip Liputan6.com pada 21 Februari 2026, Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus wabah campak. Hingga laporan bulanan yang disampaikan ke WHO sampai Januari 2026, Yaman menempati posisi teratas dengan 11.288 kasus, sementara Indonesia menyusul dengan 10.744 kasus.
Cakupan Imunisasi Turun, Risiko Meningkat
Angka itu tidak muncul tanpa alasan. Cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia tercatat menurun dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2018 angkanya masih berada di 92 persen, pada 2023 turun menjadi 87,8 persen. Penurunan ini menjadi sinyal penting karena perlindungan terhadap campak sangat bergantung pada tingginya cakupan vaksinasi di masyarakat.
MR1 dan MR2 Masih Belum Mengejar Target
Masalah lain ada pada imunisasi campak-rubela. Cakupan dosis pertama (MR1) dan dosis kedua (MR2) disebut masih belum mencapai target yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok. Di saat kasus campak terus naik dari tahun ke tahun, baik dari sisi jumlah kasus maupun kejadian wabah, kondisi ini memperlihatkan bahwa pencegahan belum berjalan sekuat yang dibutuhkan.
Data yang dipublikasikan Liputan6.com dan bersumber dari pemantauan CDC itu menegaskan satu hal: tanpa perbaikan cakupan imunisasi secara merata, campak akan terus punya ruang untuk menyebar di Indonesia.
