Kesehatan

Campak: Serangan Tidak Hanya pada Anak-Anak, Bisa Juga Terjadi pada Orang Dewasa

Lonjakan kasus campak pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit ini belum benar-benar pergi. Hingga minggu ke-7 tahun tersebut, tercatat 572 kasus terkonfirmasi dengan CFR 0,05 persen. Di periode yang sama, muncul 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak dan 13 KLB campak yang sudah terkonfirmasi laboratorium, tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Kasus Naik, Wilayah Rawan Masih Ada

Andi mencatat bahwa kasus suspek campak pada Januari 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menilai kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan cakupan imunisasi pada masa sebelumnya. Meski secara nasional target imunisasi 2025 sudah tercapai, situasinya tidak merata di semua daerah.

Menurut Andi, masih ada wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. Kantong-kantong seperti inilah yang dinilai paling rentan menjadi titik munculnya kasus campak baru. Karena itu, capaian nasional tidak otomatis berarti seluruh daerah berada dalam kondisi aman.

KLB Menyebar di Sejumlah Provinsi

Penyebaran KLB suspek campak dan campak terkonfirmasi di 11 provinsi menunjukkan bahwa risiko penularan masih aktif. Data yang dicatat Andi memperlihatkan bahwa persoalan campak bukan hanya soal jumlah kasus, tetapi juga soal sebaran wilayah yang terdampak.

Dengan 21 KLB suspek dan 13 KLB terkonfirmasi laboratorium, perhatian kini tertuju pada daerah-daerah yang masih memiliki celah imunisasi. Situasi ini memperlihatkan bahwa pengawasan tidak bisa hanya bertumpu pada angka nasional, melainkan harus sampai ke level kabupaten dan kota.

Imunisasi Jadi Penentu Utama

Andi menegaskan bahwa rendahnya cakupan imunisasi campak di sejumlah provinsi berpotensi besar memicu kasus baru. Selama masih ada kelompok masyarakat yang belum terlindungi, campak tetap punya ruang untuk menyebar.

Karena itu, data awal 2026 menjadi alarm penting bahwa pengendalian campak sangat bergantung pada pemerataan imunisasi. Bukan hanya mengejar target secara umum, tetapi memastikan daerah dengan cakupan rendah tidak dibiarkan menjadi titik lemah yang berulang kali memunculkan kasus.