Bitcoin memang sempat bangkit sekitar 4%, tetapi kenaikan itu belum cukup untuk disebut sebagai tanda pemulihan yang solid. Di balik rebound harga, sejumlah indikator justru menunjukkan pasar masih bergerak dalam mode hati-hati, dengan minat akumulasi yang belum benar-benar pulih dan likuiditas yang tetap rapuh.
Akumulasi Investor Masih Lemah
Data on-chain memperlihatkan aktivitas pembelian oleh investor belum menguat. Accumulation Trend Score masih bertahan di bawah 0,5 sejak Februari, yang berarti tekanan akumulasi belum cukup dominan untuk mendorong keyakinan bahwa pasar sedang membentuk dasar yang kuat. Dalam kondisi seperti ini, kenaikan harga lebih terlihat sebagai pantulan teknis ketimbang perubahan sentimen yang meyakinkan.
Likuiditas Pasar Belum Sehat
Dari sisi arus keuntungan dan kerugian, gambaran pasar juga belum membaik. Rasio Realized Profit/Loss 90 hari turun di bawah 1,0, menandakan kerugian yang terealisasi lebih dominan daripada keuntungan. Sementara itu, lebar pasar ikut melemah karena volume kumulatif di sejumlah bursa utama jatuh ke level terendah. Situasi ini memperlihatkan bahwa minat transaksi belum kembali merata.
Derivatif Tidak Menunjukkan Dorongan Bullish Baru
Di pasar derivatif, sinyal yang muncul juga cenderung datar. Tingkat leverage netral dan penyusutan funding rate pada kontrak perpetual menunjukkan spekulasi berlebihan mulai mereda, tetapi belum diikuti keyakinan bullish yang baru. Dengan kata lain, pasar memang tidak lagi terlalu panas, namun belum juga menemukan tenaga untuk bergerak lebih jauh.
Jika dirangkum, kenaikan Bitcoin kali ini belum didukung oleh perbaikan yang cukup di sisi on-chain maupun off-chain. Berdasarkan data yang dirangkum dari pasar dan indikator jaringan, pemulihan kripto masih terlihat rapuh dan belum sepenuhnya terbentuk.
