Berita

Pangkormar Memimpin Pelepasan Jenazah Prajurit Korban Longsor di Cisarua: Tangis Haru di Tengah Tragedi

Pangkormar Pimpin Pelepasan Jenazah Prajurit Korban Longsor Cisarua, Suasana Haru Menyelimuti Upacara

Di tengah duka yang belum reda, Korps Marinir TNI AL menggelar upacara persemayaman dan pelepasan jenazah empat prajurit yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua. Prosesi berlangsung di Lanud AL Jakarta, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, dipimpin langsung Panglima Korps Marinir TNI AL, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi.

Upacara itu bukan sekadar seremoni militer, melainkan penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas. Keluarga, sesama prajurit, dan jajaran pejabat Korps Marinir turut hadir dalam sholat jenazah yang menjadi pembuka rangkaian pelepasan, menciptakan suasana haru di tengah duka mendalam.

Penghormatan Terakhir untuk Prajurit yang Gugur

Seluruh prosesi berlangsung dengan khidmat. Di hadapan keluarga dan rekan sejawat, jenazah para prajurit dilepas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana kehilangan para personel Korps Marinir tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh satuan yang ditinggalkan.

Dalam upacara itu, setiap rangkaian dijalankan dengan tata cara militer sebagai tanda hormat terakhir. Kehadiran pimpinan Korps Marinir memberi penegasan bahwa pengabdian para prajurit yang wafat dalam tragedi tersebut mendapat tempat terhormat di tubuh TNI AL.

Jenazah Diberangkatkan ke Lampung dan Bangka

Setelah prosesi persemayaman selesai, empat jenazah diberangkatkan menuju Bandara Raden Inten, Bandar Lampung. Dari sana, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara militer di daerah asalnya.

Sementara itu, satu jenazah lainnya diberangkatkan ke Bangka untuk dimakamkan di kampung halaman. Langkah ini menjadi bagian dari penghormatan terakhir agar para prajurit dapat dikebumikan di tempat yang dekat dengan keluarga dan tanah kelahiran mereka.

Pencarian Dinyatakan Selesai

Hingga saat ini, total 23 jenazah personel Korps Marinir telah ditemukan. Dengan ditemukannya seluruh korban, proses pencarian dan evakuasi yang dilakukan sejak awal kejadian resmi dinyatakan selesai.

Informasi ini sekaligus menutup rangkaian pencarian di lokasi bencana yang menelan korban dari jajaran Marinir. Di balik selesainya operasi evakuasi, tersisa duka besar bagi keluarga dan satuan atas kehilangan para prajurit yang gugur dalam tugas.