Kesehatan

Tips Gizi dan Cairan untuk Anak Saat Mulai Puasa

Tips Gizi dan Cairan untuk Anak Saat Mulai Puasa

Memasuki masa awal puasa, orang tua perlu lebih cermat menyusun menu anak agar tubuh tetap bertenaga dan tidak cepat lemas. Kuncinya bukan sekadar membuat anak kenyang, tetapi memastikan asupan yang masuk benar-benar seimbang, terutama dari karbohidrat, protein, lemak, serat, dan cairan.

Karbohidrat yang Tepat Bikin Anak Lebih Tahan Lapar

Dalam pengaturan makanan saat puasa, karbohidrat menjadi sumber energi utama yang perlu diperhatikan. Pilihan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, oatmeal, dan makanan sejenis lebih disarankan karena dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, makanan atau minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi saat sahur maupun berbuka karena bisa memicu lonjakan gula darah yang cepat lalu turun lagi dalam waktu singkat.

Protein dan Serat Jangan Sampai Terlewat

Selain karbohidrat, protein juga punya peran penting dalam menjaga stamina anak selama puasa. Porsi protein yang dianjurkan berada di kisaran 10 hingga 15 persen dari total kalori harian. Sementara itu, serat membantu memperlambat rasa lapar dan mendukung pencernaan. Karena itu, menu sahur dan berbuka sebaiknya tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga pada komposisi gizinya.

Menu yang Disukai Anak Lebih Mudah Dijalani

Orang tua juga bisa menyesuaikan menu puasa dengan selera anak agar mereka lebih semangat menjalani ibadah ini. Pilihan makanan yang disukai, selama tetap seimbang, biasanya lebih mudah diterima anak dibanding menu yang terlalu dipaksakan. Dengan pendekatan seperti ini, puasa bisa terasa lebih nyaman tanpa mengabaikan kebutuhan gizi harian.

Rujukan informasi ini mengacu pada keterangan yang disampaikan dalam sumber artikel.