Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Olahraga

Kisah Pesepak Bola Eropa Terjebak di Iran: Bandara Ditutup

01 March 2026 • 09:51 WIB

Ketika konflik memaksa langit Iran ditutup, sejumlah pesepak bola Eropa yang sedang berada di negara itu mendadak kehilangan jalur pulang. Situasi yang awalnya hanya mengganggu jadwal perjalanan berubah menjadi persoalan serius setelah ruang udara Iran resmi ditutup, membuat beberapa pemain harus mencari cara lain untuk keluar dari negara tersebut.

Losada dan Alvarez memilih jalan darat setelah penerbangan hilang

Pada hari berikutnya, Losada dan Alvarez menghadapi kenyataan bahwa tidak ada lagi penerbangan yang bisa mengangkut mereka keluar. Dengan opsi udara tertutup sepenuhnya, keduanya akhirnya menempuh perjalanan darat menggunakan bus untuk kembali ke Teheran. Keputusan itu menjadi pilihan paling realistis di tengah kondisi yang terus memburuk.

Munir El Haddadi tertahan di bandara Teheran

Nasib lebih berat dialami Munir El Haddadi. Mantan penyerang Barcelona yang kini memperkuat Esteghlal Teheran itu sudah berada di dalam pesawat pada Sabtu (28 Februari 2026) saat serangan dimulai. Namun, ia terpaksa turun sebelum pesawat lepas landas. Hingga kini, Munir dilaporkan masih tertahan di bandara Teheran dan belum bisa meninggalkan Iran.

Esteghlal mencari jalan keluar untuk pemainnya

Esteghlal disebut berusaha keras membantu Munir keluar dari situasi ini. Salah satu opsi yang paling memungkinkan adalah perjalanan darat menuju Turki. Jalur itu bukan pilihan ringan, mengingat jarak dari Teheran ke perbatasan Turki di Bazargan mencapai sekitar 1.300 hingga 1.500 mil. Di tengah terbatasnya akses transportasi, jalur darat menjadi satu-satunya pintu yang masih terbuka bagi sebagian pemain.

Berbeda dengan rekan-rekannya, Antonio Adan justru bernasib lebih baik. Mantan kiper Real Madrid, Real Betis, dan Atletico Madrid yang juga membela Esteghlal itu berhasil menaiki salah satu penerbangan terakhir sebelum ruang udara Iran benar-benar ditutup. Langkah cepat membuatnya lolos dari kepungan situasi yang kini menahan pemain lain di dalam negeri.