Pasar kripto kembali terseret arus jual yang deras ketika tensi antara Amerika Serikat dan Iran memicu kepanikan di kalangan trader. Dalam hitungan singkat, tekanan itu membuat volume penjualan Bitcoin melonjak tajam hingga mencapai USD 1,8 miliar hanya dalam satu jam, berdasarkan data yang dihimpun CryptoQuant.
Lonjakan tersebut terjadi pada Sabtu, 28 Februari, dan langsung membanjiri pasar derivatif. Banyak pelaku pasar memilih melepas posisi lebih cepat saat harga mulai bergerak liar, alih-alih bertahan menghadapi potensi koreksi yang lebih dalam.
Bitcoin Gagal Bertahan di Dekat USD 70.000
Sebelum gelombang jual itu muncul, Bitcoin sempat menyentuh area USD 70.000. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama. Aset kripto terbesar di dunia itu kembali melemah dan bergerak di sekitar USD 63.000, menandakan bahwa dorongan beli belum cukup kuat untuk menahan tekanan dari pasar.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen investor sedang rapuh. Ketika harga mulai tergelincir, order jual agresif mendominasi buku pesanan dan mempercepat pelemahan lebih lanjut.
Geopolitik Menambah Tekanan di Pasar Kripto
Gejolak harga Bitcoin kali ini tidak hanya dipicu faktor teknikal. Ketegangan geopolitik ikut memperbesar ketidakpastian, membuat pasar kripto yang memang dikenal volatil semakin mudah bereaksi terhadap kabar eksternal.
Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung bergerak defensif. Aksi jual besar-besaran menjadi refleks untuk mengurangi risiko ketika arah pasar belum menunjukkan kepastian.
Data CryptoQuant Soroti Skala Kepanikan
Data CryptoQuant memberi gambaran jelas tentang skala tekanan yang terjadi. Volume jual sebesar USD 1,8 miliar dalam satu jam menunjukkan betapa cepatnya sentimen berubah saat pasar menghadapi kombinasi kabar geopolitik dan pelemahan harga.
Informasi ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto bukan hanya digerakkan oleh grafik dan level teknikal, tetapi juga oleh emosi, berita global, dan keputusan cepat para trader yang ingin menghindari kerugian lebih besar.
Atribusi sumber: data pasar dan analisis volume penjualan dikutip dari CryptoQuant, sementara konteks pemberitaan merujuk pada liputan Liputan6.com.
