Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Perlindungan Komplikasi Campak: Pentingnya Imunisasi

03 March 2026 • 08:56 WIB

Campak bukan sekadar penyakit demam dan ruam yang lewat begitu saja. Infeksi yang disebabkan virus paramyxovirus ini bisa menyebar cepat dan memicu komplikasi serius bila tidak dicegah sejak awal. Karena itu, imunisasi tetap menjadi benteng utama untuk menekan penularan sekaligus mengurangi risiko keparahan pada anak.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Sejak Awal

Campak biasanya diawali dengan demam, batuk, pilek, dan mata merah atau konjungtivitis. Salah satu tanda khasnya adalah ruam merah yang muncul di belakang telinga, umumnya pada hari keenam setelah demam mulai. Gejala ini sering menjadi penanda penting bahwa infeksi sedang berkembang dan perlu perhatian lebih serius.

Penularan Cepat, Komplikasi Tidak Bisa Diremehkan

Menurut Prof. DR, dr. Herri Garna, Sp.A(K), campak menular melalui percikan ludah dari penderita. Masa penularannya bahkan sudah dimulai sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya. Dalam periode ini, risiko penyebaran di lingkungan sekitar sangat tinggi, terlebih bila kondisi lingkungan tidak sehat, cuaca buruk, dan status gizi anak rendah.

Bahaya campak tidak berhenti pada gejala awal. Penyakit ini dapat berkembang menjadi sesak napas, pneumonia, diare, radang telinga, hingga radang otak. Komplikasi inilah yang membuat campak perlu dicegah, bukan hanya diobati setelah muncul gejala.

Imunisasi Jadi Perlindungan Utama

Imunisasi campak dianjurkan pada usia 9 bulan dan 15 bulan sebagai langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit sekaligus memperkecil tingkat keparahannya. Tujuannya jelas: melindungi anak-anak dari risiko campak yang dalam kondisi tertentu bisa berakibat fatal. Selain imunisasi, kebersihan lingkungan dan asupan gizi yang baik tetap harus dijaga agar daya tahan tubuh anak lebih kuat menghadapi infeksi.