Presiden Prabowo Subianto membahas posisi Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi dengan tokoh-tokoh terkait masa depan Dewan Perdamaian. Hadir pula sejumlah mantan menteri luar negeri dan tokoh bangsa lainnya, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan lainnya.
Diskusi tersebut membahas eskalasi di Timur Tengah serta dampaknya terhadap Indonesia. Presiden Prabowo juga membahas posisi Indonesia dalam konteks lemahnya Perserikatan Bangsa-Bangsa dan aturan internasional yang sulit ditegakkan terutama jika yang melanggar adalah negara-negara kuat.
Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo menggambarkan bagaimana Indonesia harus menavigasi tantangan tersebut. Diskusi berlangsung lancar dan Presiden menerima berbagai usulan dari peserta diskusi. Diharapkan pertemuan ini dapat membawa pemahaman yang lebih dalam terkait masalah keamanan dan perdamaian dunia serta potensi efek dari perang tersebut terhadap ekonomi dunia, khususnya pasokan minyak dan gas.
Pertemuan yang berlangsung selama 3,5 jam itu dianggap sangat konstruktif dan dialog berjalan dua arah. Presiden Prabowo terbuka terhadap usulan yang diajukan para peserta. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas terkait posisi Indonesia dalam konteks geopolitik global yang sedang bergejolak.

